KURSUS MEMBUAT WEBSITE100% Gratis!

Apa Itu Breadcrumbs dan Mengapa Perlu Disematkan Pada Website?

Apa itu Breadcrumbs

Namanya breadcrumbs, artinya remah-remah roti.

Konon nama ini terinspirasi dari dongeng Hansel and Gretel, kisah dua orang yang tersesat di hutan. Mereka memanfaatkan jejak remah-remah roti yang tercecer di jalan sebagai navigasi agar tidak tersesat.

Begitu juga dengan breadcrumbs versi internet, fungsinya sebagai navigasi bagi pengunjung agar tidak tersesat ketika menjelajahi suatu website.

Breadcrumbs biasanya terletak di bagian atas konten situs web. Berupa rangkaian kata yang terpisah tanda hubung. Setiap rangkaian kata biasanya dapat diklik yang akan membawa pengunjung ke halaman lain.

Contoh breadcrumbs di sebuah toko online

Dalam gambar di atas, breadcrumbs memberi tahu bahwa halaman “Kurma Sukari 3kg” berada dalam sub kategori “Buah-buahan” dan seterusnya.

Bila pengunjung ingin mencari buah kurma lain atau buah-buahan selain kurma, ia bisa balik ke halaman sub kategori “Buah-buahan”. Atau, lompat ke halaman beranda untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.

Selain alat navigasi, apa manfaat lainnya?

Di awal perkembangan situs web, breadcrumbs banyak digunakan pengunjung sebagai alat navigasi. Ketika itu teknologi navigasi lain belum banyak dikembangkan.

Saya sendiri jarang memanfaatkannya. Saya lebih memilih kotak pencarian sebagai alat navigasi.

Lebih simpel, sekali ketik segambreng halaman yang diinginkan.

Namun keberadaan breadcrumbs masih tetap dipertahankan hingga kini. Hal itu terjadi karena 2 hal berikut.

1. Disukai Google, sang raja mesin pencari!

Google merupakan mesin pencari utama di internet, bahkan bisa dibilang satu-satunya. Mengikuti kehendak Google akan diganjar dengan trafik.

Mau kan trafik?

Breadcrumbs memiliki peran semakin penting ketika dikaitkan dengan SEO. Ya, Google menjadikannya sebagai salah satu cara untuk membaca struktur website. Mesin pencari Google akan menampilkannya di hasil penelusuran. 

Begini kira-kira penampakannya

Kalau Google sudah mengenal dengan baik struktur website, ia tak segan-segan untuk menampilkan struktur website seperti ini.

Mau kan ditampilkan seperti ini?

Semakin banyak informasi yang ditampilkan oleh Google, semakin besar kemungkinan suatu website mendapatkan perhatian dari pembaca. Artinya, semakin besar kemungkinannya untuk di klik.

2. Membantu mengurangi bounce rate

Tidak semua website setenar detik.com. Dimana para pengunjung sering kali langsung mengetikkan namanya di peramban ketika ingin membukanya.

Sebagian besar website, termasuk Jurnal WP, mendapatkan trafik dari mesin pencari atau dari sosmed. Rata-rata trafik tersebut masuk ke halaman isi. Jarang yang masuk ke halaman beranda, kategori, atau arsip.

Padahal halaman-halaman tersebut penting karena memuat sejumlah halaman isi. Ibarat daftar isi pada buku.

Nah, dengan breadcrumbs, ketika pengunjung membuka halaman isi akan terlihat juga link ke halaman-halaman beranda, arsip, kategori, dan lainnya. Dengan begitu pengunjung memiliki kesempatan untuk melihat-lihat halaman tersebut.

Secara teoritis, hal ini akan memperkecil kemungkinan pengunjung keluar begitu saja setelah membaca halaman isi. Dengan kata lain, membantu mengurangi bounce rate.

BACAAN TERKAIT
Mengganti tema wordpress Cara Menginstal Tema WordPress, Panduan Bagi Pemula
Cara Menginstal Plugin WordPress Cara Menginstal Plugin WordPress, Panduan Bagi Pemula
WordPress.com vs WordPress.org WordPress.com vs WordPress.org : Mana yang Lebih Baik untuk Pemula yang Ingin Belajar?
Menggunakan FilleZilla Cara Mengunggah Berkas Menggunakan FTP pada WordPress
PANDUAN TERBARU
BLOG TERBARU